//ganti background foto di sini//

Kamis, 08 Oktober 2015

My Boy

Diospyros
Kayu Hitam

Melaleuca

Kayu Putih

Dua Jagoan mami Pyer dan Leo

Senyum Manis Kamis


"serasa tidak punya teman"

Rabu, 29 Oktober 2014

“Sepenggal Kenangan Merintis Asa di Prodi Pendidikan Sejarah”



Tepat 1 Desember 2006, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Bpk Drs. H. J. Gadi Djou, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Calon Pegawai Yapertif (80%), dengan unit kerja pertama Perpustakaan Universitas Flores (Uniflor).

Setelah mengabdi selama ± 1,5 tahun di Unit Perpustakaan Uniflor, pada medio tahun 2008 saya dimutasikan ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah melalui Surat Keputusan Ketua Yapertif Nomor 59 Tahun 2008 tanggal 1 Mei 2008, dengan jabatan staf tata usaha. Pada waktu itu, setiap program studi di Universitas Flores belum memiliki pegawai yang menangani tata usaha, semua urusan tata usaha dan administrasi masih terpusat pada Tata Usaha Fakultas dan saya merupakan pegawai Yapertif pertama yang menjadi staf tata usaha pada Prodi Pendidikan Sejarah.

Tepatnya tanggal berapa, saya lupa, saya diantar oleh seorang staf Unit Perpustakaan ke Prodi Pendidikan Sejarah untuk melaporkan diri dan mulai bekerja. Awalnya saya merasa takut, cemas, segala macam perasaan campur aduk, saya bingung, apa yang nanti harus saya kerjakan di Prodi Pendidikan Sejarah ini?

Setelah bertemu dengan Bpk Husein Ahmad Selaku Ketua Prodi (Kepro) Pendidikan Sejarah untuk melaporkan diri, saya diberikan fasilitas berupa meja,kursi dan komputer.

Hari pertama, bukannya tidak ada pekerjaan tetapi saya kebingungan mau memulai dari mana? Setelah ditinggal Bpk Husein Ahmad yg terburu-buru karena ada jadwal perkuliahan, tiba-tiba saya dikunjungi Pembantu Dekan (Pudek) 1 FKIP sekaligus dosen Prodi Pendidikan Sejarah, Bpk Drs. Nong Hoban, M.Si. Beliau mengajak ngobrol, bercerita seputar FKIP dan Prodi Pendidikan Sejarah. Menurut cerita beliau, Dosen di Prodi Pendidikan Sejarah ada 6 orang, yaitu  (1.) Bpk Drs. Thomas Geba, M.Si, (2.) Bpk Drs. Nong Hoban, M.Si, (3.) Bpk Umar Ibnu Alkhatab, S.S.,M.Si, (4.) Drs. Yosef Tomi Roe (saat itu sedang melanjutkan studi S2 di UGM) 5. Ibu Dra Maria Gorety Djandon (saat itu, akan melanjutkan studi S2 di Denpasar) 6. Yosef Dentis, S.Pd (saat itu, akan melanjutkan studi S2 di UGM). Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang pekerjaan-pekerjaan yang harus saya kerjaan. Akhirnya saya memiliki gambaran tentang pekerjaan di bagian tata usaha Prodi Pendidikan Sejarah dan tahu harus memulainya dari mana.

Pekerjaan pertama saya mulai dari mengarsipkan semua berkas-berkas yang tertumpuk dalam kardus yang ada diruangan, membereskan dan merapikan ruangan, menata ulang ruangan dan lainnya yang menyangkut kebersihan ruangan kerja dan untuk pertama kalinya saya mengerjakan pekerjaan penting untuk setiap program studi yaitu mengerjakan laporan akhir semester (EPSBED) dengan dibantu oleh Pak Dentis dan Mama Mery (panggilan untuk Ibu Mery Djandon) juga dibantu dari Bagian Teknisi, Bpk Kristianus Bata, A.Md, (kk kris-yang sekarang lagi melanjutkan studi S1 di Solo) dan akhirnya EPSBED pun terselesaikan dengan kepuasan tentunya karena bisa menyelesaikan tepat waktu.

Mengerjakan ESPBED butuh ketekunan dan kesabaran. Bagaimana tidak?? Dalam proses pengerjaannya kita harus memasukan data-data setiap mahasiswa yang meliputi data diri, data mata kuliah (KRS) dan nilai mata kuliah (KHS) dari semester awal sampai semester akhir. Sementara jumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah waktu itu sebanyak ± 400 orang.

Tahun... , Kepro Pendidikan Sejarah, Bpk Husein Ahmad diganti Bpk Drs.Nong Hoban,M.Si selaku Pudek FKIP I sebagai Pjs. Kepro Pendidikan Sejarah. Dalam masa kepemimpinan Bapak Nong (panggilan akrab Bpk Nong Hoban), Prodi Pendidikan Sejarah mengalami kemajuan dimana tidak terdapat masalah/kendala besar dalam pekerjaan (perkuliahan dan tata usaha) tiap semesternya. Sikap beliau yang tidak neko-neko, santai tapi fokus pada pekerjaan menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk menyelesaikan setiap beban pekerjaan di Prodi Pendidikan Sejarah dengan penuh tanggung jawab.

Tiba saatnya, FKIP Uniflor dikunjungi Tim Visitasi Akreditasi (Prof. Diana dan DR. Agus) dan Prodi Pendidikan Sejarah masuk dalam daftar tim tersebut. Semua dosen dan pegawai FKIP sibuk menyiapkan berkas-berkas yang harus dipersiapkan dalam borang dn evaluasi diri prodi. Pertamakali mengalami hal ini, bingung lagi, apa yang harus dikerjakan? Pa Dentis, Mama Mery, Bpk Nong, Pa Umar, dan Bpk Thomas bekerjasama menyiapkan smua berkas, saya pun sigap membantu menjilid semua arsip-arsip 3-5 tahun terakhir. Dan akhirnya kunjungan Tim Visitasi Akreditasi untuk Prodi Pendidikan Sejarah pun tiba. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap arsip dan fisik,  menurut ibu Prof. Diana dan Bpk Dr. Agus, masih terdapat banyak kekurangan, tetapi ada 2 (dua) kekurangan yang sangat penting, yaitu (1.) Prodi Pendidikan Sejarah belum memiliki bengkel/laboratorium (yang berisikan peninggalan-peninggalan sejarah, kain tenunan, sampah dalam toples yang dikumpulkan mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah saat melakukan pengabdian masyarakat ke Danau Kelimutu/tempat lainnya dan banyak lainnya) (2.) Penelitian dosen yang masih sangat kurang.

Langsung tersirat dalam kepala, wah! ini Kepro Pendidikan Sejarah harus tegas neh sama teman-teman dosennya! Ternyata tidak gampang menjadi seorang dosen, dimana dengan jadwal perkuliahan yang padat,  harus bisa meluangkan waktu untuk melakukan penelitian, dengan demikian waktu buat keluarga tentunya sangat minim. Tugas berat juga untuk Tata Usaha agar bisa lebih teliti menyiapkan dan mengarsipkan setiap berkas dengan baik.

Hasil dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasioanal-Perguruan Tinggi), Prodi Pendidikan Sejarah-FKIP-Universitas Flores mendapat Nilai C dgn Angka/Poin 300. Saya mencoba membandingkan dengan universitas lain yang mendapat Nilai B dimana nilai B itu Angka/Poinnya mulai dari 301. Ternyata angka Prodi Pendidikan Sejarah hanya kurang 1 point saja untuk mendapat nilai B. Bangga dan puas dengan hasil kerja!! Kurang 1 point bisa dikejar di akreditasi mendatang denan melengkapi semua kekurangan-kekurangan.

Tahun..., Bpk Yosef Tomi Roe selesai studi S2 dan kembali bertugas di Uniflor. Beliau diangkat menjadi Kepro Pendidikan Sejarah dan ada penambahan dosen baru yaitu Bpk Marianus Ola Kenoba, S.Sos, M.Hum.

Pada tahun..., Uniflor sudah menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIA) secara online dan di Prodi Pendidikan Sejarah, saya sudah tidak sendirian lagi,  ada penambahan pegawai baru, Bpk Chepyando Laiskodat,A.Md (kk Chepy), orangnya tinggi dan hitam, heee... Kk Chepy dan saya menjadi Operator SIA di Prodi Pendidikan Sejarah. Kami membagi pekerjaan dengan baik, saya mengurus surat masuk/keluar dan administrasi mahasiswa, sementara Kk Chepy mengurus sistem, laporan EPSBED dan juga administrasi mahasiswa. Sikap dan pola kerja Pak Tomi hampir sama dengan Bpk Nong. Santai, pekerjaan harus beres dan tuntas, laporan EPSBED harus selesai lebih cepat dari prodi/fakultas lain, orangnya juga cerewet, dan kalau marah kalimat akhir yang sering diucapkan itu adalah "saya pulangkan kau ke yayasan" dengan nada canda dan senyum khas Pak Tomi J.

Kemudian, ada penambahan tenaga pegawai baru di Prodi Pendidikan Sejarah, Bpk Theodosius Sosa (Kk Tedi), pekerjaan pun terasa semakin ringan karena bisa dibagi bertiga. Kk Chepy dimutasi dari Prodi Pendidikan Sejarah ke Pusat Komputer Uniflor. Posisinya diganti oleh Ibu Elfira Esperanza Sala, ST (Vera),  bekerja di Prodi Pendidikan Sejarah pun masih seperti biasa. Pembagian tugas dan beban pekerjaan berjalan dengan baik. Kk Tedi dan Vera dimutasi dari Prodi Pendidikan Sejarah ke Fak. Bahasa dan Sastra dan Sekretariat Rektorat Uniflor.  Saya masih bertahan di Prodi Pendidikan Sejarah bersama Kepala Tata Usaha baru Prodi Pendidikan Sejarah Ibu Modesta, SE (Kk Modes/Mama Ixes), Bpk Herman (Om Herman) dan ibu Ani Iramayang (Kk Ani/Mama Albi). Tugas dan pekerjaan pun bisa terbagi dengan baik dengan jumlah mahasiswa yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, kami berbagi ilmu dengan Ibu KTU, Kk Modes, soal pekerjaan dan Beliau mulai membenahi nomor surat keluar yang salah penempatan kode-kodenya, dan banyak lainnya yang telah dibenahi di Prodi Pendidikan Sejarah.

Kerjasama antara dosen dan pegawai pun tetap terjalin dengan baik walaupun berkali-kali mengalami pergantian pegawai. Sehingga kebutuhan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah terpenuhi dengan baik terutama saat menjelang ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian proposal maupun ujian skripsi.

Sesuai Surat Keputusan Ketua Yapertif, No 246 Tahun 2012 tanggal 9 November 2012, saya dimutasi ke BAUK. Cukup berat dan sedih L L untuk meninggalkan Prodi Pendidikan Sejarah.  Selama ± 4 tahun 6 bulan bekerja di Prodi Pendidikan Sejarah, saya memperoleh banyak ilmu serta pengalaman dari Bapak/Ibu Dosen dan teman-teman pegawai yang sangat berharga. Mengabdi di Prodi Pendidikan Sejarah bagi saya merupakan sebuah berkah dan suatu pengalaman bekerja yang sangat menyenangkan dan membanggakan.

Selamat untuk Prodi Pendidikan Sejarah atas pencapaiannya dengan memperoleh Akreditasi B..
Sukses selalu!!

‘Yudith’
(awal April 2014)

Rabu, 05 Juni 2013

# Petualangan Hidup #



Hari itu pun tiba, penjelasan dari papin yang begitu detail di Gua Maria, menambah hancur hatiku. Ternyata ada wanita lain yang pesonanya lebih dariku dimata papin. Selama ini aku percaya papin tidak akan tergoda dengan wanita lain, tetapi kepercayaan itu tidak berarti lagi, semuanya telah hancur oleh pesona wanita itu. Apa sebenarnya yang telah terjadi, secepat itu kah papin melupakan diriku, melupakan semua yang telah kami lewatkan bersama? Hanya dalam waktu 30 detik bertemu dan dilanjutkan dengan sms-smsan dan tlp-tlpnan wanita itu mengambil apa yang menjadi milikku. Banyak tanya dalam pikiranku, yang semuanya menjadi pikiran2 jelek. Begitu terpukulnya perasaanku, yang aku inginkan hanya menyudahi hidup ini, agar aku bisa tenang dan tidak merasakan kesakitan.
Semua berakhir begitu saja, tanpa ada kejelasan siapa yang dipilih papin, apakah wanita itu ataukah aku?? Papin datang kerumah untuk menjelaskan lagi semuanya padaku, namun sama saja semua yang kudapatkan hanyalah ketidakjelasan hubungan kami. Banyak pertanyaan yang aku berikan, semua dijawab dengan ketidakpastian papin. Aku hanya terdiam mendengarkan papin menjelaskan kalau papin tidak memilih siapa2, aku, wanita itu atau wanita lainnya, papin hanya merasakan bahwa papin sudah pada titik kejenuhan / bosan dengan hubungan kami yang begitu-begitu saja. Entah apa yang sudah diberikan wanita itu pada papin sehingga papin bisa berubah secepat kilat menyambar.
Aku mengambil kesimpulan dari kalimat papin yang mengatakan “Yesha sekarang yesha bebas”, kalau sebenarnya papin ingin kami putus, mengakhiri hubungan kami, dengan begitu papin bisa leluasa mendekati wanita manapun tanpa harus berbohong padaku lagi. Aku harus terima, harus ikhlas menghadapi semua ini.
Dan semuanya berakhir dengan pelukan yang diberikan papin padaku, walau rasanya berbeda tetapi tetap itu papinku... papinku... papinku yang sangat sangat sangat aku sayangi sampai aku matipun.
Kujalani hidupku dengan penuh stres dan tidak percaya diri lagi, semua keceriaan hilang dari dalam hidupku dan dari wajahku yang terpancar hanyalah aura kesedihan dan kesengsaraan. Pohon besar yang menopangku selama ini diambil orang, aku tidak tahu harus perpegang pada siapa dan apa, dan akhirnya aku pun sampai pada titik terang dimana Dia yang selalu ada untukku disaat apapun, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun Dia selalu ada untuku.

Judulnya Hari Itu


04 Juni 2014
 
Cuaca hari ini benar2 tidak bersahabat, mendung dan gerimis. 02.00 PM waktunya bergegas tuk pulang, sebelumnya sudah dengar kabar sich kalo  ada truk yang jatoh / terbalik / jungkir / koprol / tergeletak dan lain2nya heee:D, tepatnya di jalan tanjakan menuju kampus 4 uniflor, yang dengan seketika benar2 melumpuhkan lalu-lintas keluar masuknya dosen / karyawan / mahasiswa yang ingin datang dan pergi, *seperti lagu saja* heeeee :D. Tidak ada yang bisa pulang dong kalo begitu dalam pikiran saya, hmmm...???
Pulang.. pulang.. pulang..
Dan terpaksa siang ini harus jalan kaki dari puncak kampus 4 menuju jalan Sam Ratulangi. Sekarang pulang kerumahnya bagaimana? naik ojek / tlp mantan pacar / tlp orang rumah minta tolong dijemput saja kah??? Tlp mantan pacar tidak dijawab, tlp oma dirumah saja lah, halow oma, oma mnta tolong om dony jemput saya ko di depan kampus 2 e _ hoO, tunggu su kata oma.
sampai dirumah, tunggu mantan pacar pulang trus kita makan siang sama2. Selesai makan siang langsung menuju Bandara H.H.Aroeboesman bersama mantan pacar dan buah hati kami Pyer soalnya mau ikut antar ponakan yang mau pulang ke Batam. Eh, ini mata kenapa neh kok berair, heheee :D benar2 tidak bisa tahan melihat  ponakan si Karin, sedih jadinya, nangis sudah... :’( :’(
Kata mantan pacar mending kita pulang saja dari pada nanti air mata bisa tumpah ruah di bandara, heee :D..
Sesampe dirumah, mantan pacar  ma pyer sudah tepar, ngorok, ileran lagi :P hufffttt... bangun tidur mantan pacar kembali kekantor selesaikan kerjaannya hari ini.. dan waktunya buat saya untuk mengurus pyer, makan, lap bandan dan mimi trus bobo lagi.. hahahahaaaa... mbah surip oeeee...
Akhirnya mantan pacar pulang dari kantor, maen bersama pyer sampe pyer bobo lagi..zzzztttttzzztttt...
Bagaimana mami (panggilan sayang) kata mantan pacar HPx jadi mau ditukar tidak? Mau lah ayah (panggilan sayang) kata saya. Ok kalo begitu, ayo kita tlp Mila (teman ayah di Jakarta) tanya2 soal HP..
Berdebat-berdebat, tidak ketemu titik terang juga, sampe saya harus merasa sedih dan menangis, karena apa yah? Hmmm bingung juga dengan perasaan ini, heheee :D. Akhirnya keputusan terakhir ketemu juga dan HP saya harus di jual, biar duitnya buat nambah pake beli yang baru.. Aseeeek, mau punya BB baru neh... mulai besok tidak pake BB, yang perlu sama saya telp/sms saja yah ke 085253670272, heheeee :D